Senin, 16 Mei 2022

PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) STIT RADEN SANTRI GRESIK

 Assalamualaikum Wr. Wb



Sekilas tentang kampus sejuta guru ♥️

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri Gresik adalah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi yang merupakan penjelmaan dari lembaga pendidikan yang sudah ada sebelumnya,yaitu Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Jawa timur di gresik,yang didirikan pada tahun 1980. Pada tahun 1981 lembaga ini berubah namanya menjadi Universitas Islam Gresik (UNIG)yang salah satu fakultasnya adalah Fakultas Tarbiyah.dan pada tahun 1983 Fakultas tarbiyah ini memperoleh status dan kewenangan dari pemerintah utuk menyelenggarakan pendidikan tinggi program sarjana muda melalui surat putusan mentri agama RI No:KRP/EIII/PP.0021/1303/1983.

Universitas Islam Gresik, sudah dapat meluluskan sarjana muda Negara. Peraturan mengenai sebutan perguruan tinggi yang ditetapkan pemerintah pada awal tahun akademik 1987/1988,nama lembaga ini berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Gresik,guna memenuhi ketentuan pada saat itu. Kemudian pda tahun akademik 1988/1989,Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ini memperoleh status dari pemerintah untuk menyelenggarakan Strata satu (S.I) melalui surat keputusan mentri agama RI Nomor:570 Tahun 1989.

Dan pada tahun akademik 1990/1991 Sekolah Tinngi Ilmu Tarbiyah sudah dapat meluluskan Sarjana I Negara. Pada tahun akademik 1994/1995, yayasan Universitas Islam Gresik(YUNIG) yaitu yayasan yang menangani perguruan tinggi ini berubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Islam Gresik (YAPIG) dan pada tahun akademik tersebut Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Gresik berubah namanya menjadi STIT Raden Santri Gresik, sekaligus menambah dan membuka jurusan baru selain jurusan yang ada.

Dengan demikian, jurusan yang ada di STIT Raden Santri Gresik menjadi dua yaitu: Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Perubahan ditetapkan melalui SK Mentri Agama RI nomor: 177 dan 272 tahun 1995. Pada tahun akademik 2000/2001 STIT Raden Santri Gresik membuka program pendidikan yang lain, sehingga program yang ada sekarang Program Stata Satu Pendidikan Agama Islam (PAI) 

PMB STIT RADEN SANTRI GRESIK/2022
Saya merasakan sendiri menjadi mahasiswa STIT yang mana sudah sangat banyak pelajaran yang saya dapat hingga saya merasakan keluberan barokah dari kampus tercinta ini ...yuk kalian yang bingung cari kampus, gabung yuk bersama kita selain dapat ilmunya dapat pula barokahnya aamiin
Info PMB : tahun ini yaitu tahun 2022 telah dibuka PMB STIT Raden santri dimana terdapat 2 gelombang, gelombang pertama yaitu pada tgl 1 Februari- 30 Maret 2022 ( free formulir pendaftaran), gelombang 2 pada tgl 1 Mei-30 juni ..
Selamat bergabung teman2 🌻🌻♥️
(NB: jika kurang jelas sudah saya cantumkan brosur diatas)

PROGRAM STUDI
S1 Pendidikan Agama Islam  

ALAMAT
Jl. Ibrahim zahir no. 175 kec. kramat inggil, kab Gresik (tlp : 0881036500280, 082140836130)
Email : stitrsg@gmail.com
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silahkan tekan dan hubungi: web : http://www.stitradensantri.id/

 



Senin, 09 Mei 2022

TEKS EKSPOSISI

A.  MENGENALI UNSUR-UNSUR TEKS EKSPOSISI

1.   GAGASAN DAN FAKTA DALAM TEKS EKSPOSISI

    Teks eksposisi memuat penilaian, dorongan, atau ajakan-ajakan tertentu kepada khalayak. Bentuk teks eksposisi, terutama di dalam media massa, dapat berupa esai, tajuk rencana (editorial), ataupun tanggapan kritis. Sebagaimana yang terdapat pada contoh sebelumnya bahwa bagian-bagian teks eksposisi dibentuk oleh dua unsur utama, yaitu gagasan dan fakta.

a.     Gagasan disebut juga ide ataupun pendapat. Isinya berupa pernyataan yang mungkin berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan.

Contoh:

1) Jika Pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah dan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.

2) Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

b. Fakta adalah (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dalam teks eksposisi, fakta berfungsi untuk memperkuat gagasan sehingga diharapkan lebih meyakinkan khalayak.

Contoh:

1) Selama bulan Januari–Oktober, 45% dari keseluruhan titik kebakaran terkonsentrasi di Provinsi Riau.

2) Kemudian pada bulan Oktober terjadi kenaikan jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di Provinsi Riau, Sumatra Barat, dan Jambi

2.  POLA-POLA PENGEMBANGAN TEKS EKSPOSISI

·       Pola umum khusus

Ide pokok bagian teksnya ditempatkan pada awal paragraf yang kemudian diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola demikian dikenal sebagai paragraph deduktif. Ide-ide penjelasnya merupakan perincian dari ide umum yang dikemukakan sebelumnya.

·       Pola khusus umum

Hal-hal yang bersifat khusus diikuti oleh uraian yang bersifat umum. Bagian terakhir dalam bagian teks ini berfungsi sebagai simpulan atau rangkuman dari pendapat-pendapat yang dikemukakan sebelumnya.

  •          Pola ilustrasi

Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustrasi-ilustrasi tersebut berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. Dalam hal ini pengalaman-pengalaman pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam meyakinkan kebenaran suatu gagasan.

·       Pola perbandingan

Untuk meyakinkan suatu pendapat, kamu dapat melakukan suatu perbandingan. Benda-benda, keadaan, atau yang lain ditentukan perbedaan ataupun kesamaannya berdasarkan aspek tertentu. Dengan cara demikian, keyakinan pembaca atas gagasan yang kita sampaikan akan lebih kuat.

B. MENYIMPULKAN ISI TEKS EKSPOSISI

1. Gagasan Umum sebagai Dasar Penyimpulan Isi Teks

Kamu tentu telah mengetahui bahwa teks eksposisi memiliki bagian yang disebut rangkaian gagasan. Pada umumnya bagian tersebut berada di antara tesis dan penegasan ulang. Rangkaian gagasan dalam teks eksposisi ada yang berupa gagasan umum dan gagasan khusus.

Gagasan umum, gagasan utama, atau ide pokok merupakan gagasan yang menjadi dasar pengembangan suatu paragraf. Keberadaan gagasan umum suatu teks atau paragraf dapat diketahui setelah membaca teks itu secara keseluruhan. Namun demikian, tidak sedikit pula paragraf yang menempatkan gagasan umumnya itu pada kalimat pertamanya. Teks seperti itu akan lebih cepat dan lebih mudah bagi pembaca untuk memahami paragraf tersebut.

Gagasan umum akan disertai gagasan-gagasan khusus atau dapat pula disebut gagasan pendukung atau gagasan penjelas. Gagasan-gagasan pendukung dikembangkan berdasarkan gagasan umum. Gagasan umum dijabarkan oleh lebih dari satu gagasan khusus


          2.     Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Umumnya

Dalam pelajaran terdahulu, kamu sudah menemukan gagasan-gagasan umum teks (paragraf) berdasarkan yang letaknya. Ada yang berada pada bagian awal, pada bagian akhir, dan di bagian-bagian lain. Keberadaan gagasan umum suatu paragraf itu bisa berbeda-beda letaknya. Berdasarkan letak gagasan umumnya, paragraf terbagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut.

§  Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan umumnya terletak di awal paragraf. Gagasan umum atau gagasan utamanya dinyatakan dalam kalimat pertama.

Contoh:

Industrialisasi di negara kita mendorong didirikannya berbagai macam pabrik yang memproduksi beraneka barang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pabrik-pabrik itu memberikan lapangan kerja kepada ribuan tenaga kerja baik yang berasal dari masyarakat di sekitar pabrik maupun di daerah lain. Dengan demikian, adanya berbagai pabrik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, aneka barang yang diproduksi oleh pabrik-pabrik tersebut telah meningkatkan ekspor nonmigas serta menghasilkan devisa bagi negara.

Paragraf di atas memperlihatkan bahwa kalimat pertama merupakan kalimat yang mengandung gagasan umum. Kalimat tersebut merupakan dasar atau induk dari perumusan gagasan-gagasan yang ada di bawahnya. Dinyatakan dalam paragraf tersebut bahwa pembangunan pabrik disebabkan industrialisasi. Industrialisasi dapat memberikan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan ekspor nonmigas serta menghasilkan devisa negara.

 

§  Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf atau pada kalimat penutup paragraf.

Contoh:

Gerakan pencinta alam dengan dasar "sadar lingkungan sehat" telah mulai menggejala di kalangan remaja. Tidak sedikit perkumpulan pencinta lingkungan yang anggotanya terdiri atas pelajar, baik itu pelajar SMP, SMA, maupun para remaja dari lingkungan pesantren. Keberanian untuk melakukan penelitian ilmiah semakin meluas, khususnya di tingkat SMA. Fenomena semacam itu merupakan bukti bahwa remaja pada tahun-tahun ini tidak selalu bernilai negatif.

Paragraf di atas dengan jelas mengungkapkan gagasan bahwa remaja tidak selalu bernilai negatif. Gagasan tersebut terdapat dalam kalimat terakhir. Kalimat-kalimat sebelumnya merupakan bukti yang menujukkan fenomena positif kiprah remaja.

 

§  Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan umumnya terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir. Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama. Kalimat terakhir paragraf ini merupakan penegasan dari pernyataan yang dikemukakan dalam kalimat pertama.

Contoh:

Saya berkeyakinan kalau Indonesia memfokuskan diri pada sektor agrobisnis, tidak ada negara lain yang mampu menandingi kita. Memang, masalah himpitan ekonomi yang sedang berlangsung, telah mengoreksi nilai tukar kita. Dalam hal ini, Pemerintah tidak perlu memaksa rupiah menguat. Akan tetapi, biarkan mekanisme pasar menemukan keseimbangannya. Pemerintah harus menyesuaikan diri terhadap nilai tukar yang ada dengan mendorong industry-industri yang mampu bertahan pada nilai tukar yang ada, yakni sektor agrobisnis. Bagi sektor agrobisnis, semakin melemah rupiah–asal stabil–, akan semakin baik. Apabila sektor ini sudah berjalan dengan baik, tidak mustahil negara kita akan menjadi salah satu negara yang ekonominya tertangguh di dunia.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah agrobisnis merupakan sector terpenting bagi bangkitnya perekonomian Indonesia. Gagasan tersebut dinyatakan dalam kalimat pertama. Setelah diselingi dengan kalimat-kalimat penjelas, gagasan tersebut ditegaskan kembali dalam kalimat terakhir dengan rumusan yang berbeda.


A.                 C. MENELAAH STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI

Teks eksposisi memiliki struktur dan kaidah kebahasaan tertentu. Pemahaman struktur dan kaidah kebahasaan tertentu. Pemahaman struktur dan kaidahnya itu sangat penting agar kita bisa membedakan teks eksposisi dengan jenis teks lain.     

1.     STRUKTUR TEKS EKSPOSISI

Perhatikan kembali contoh teks eksposisi yang telah dipelajari pada bagian terdahulu. Tampak bahwa teks-teks eksposisi tersebut terdiri atas bagian-bagian berikut.

  • Tesis, yakni berupa pengenalan isu, masalah, ataupun pandangan penulis secara umum tentang topik yang akan dibahasnya.
  • Rangkaian argumen, berupa sejumlah pendapat atau argumen penulis sebagai penjelasan atas tesis yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagiaini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argument-argumen penulidahnya itu sangat penting agar kita bisa membedakan teks eksposisi dengan jenis teks lain.
  • Penegasan ulang, sebagai perumusan kembali secara ringkas. Bagian ini sering pula disebut penutup atau simpulan.



2.     KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI

 

Teks eksposisi tersebut pun memiliki kaidah-kaidah kebahasaan yang khusus, sebagai berikut.

a)     Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas.

b)    Menggunakan kata-ata yang menunjukkan hubungan argumentasi(kausalitas). Misalnya, jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis (keterangan waktu) ataupun katakata yang menyatakan perbandingan/pertentangan, seperti sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.

c)  Menggunakan kata-kata kerja mental (mental verba), seperti diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, dan menyimpulkan.

d)     Menggunakan kata-kata perujukan, seperti berdasarkan data. . . , merujuk pada pendapat. . . .

e)  Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus. Selain itu, teks eksposisi lebih sering menggunakan kata-kata denotatif, yakni kata yang bermakna sebenarnya. Kata itu belum mengalami perubahan ataupun penambahan makna.

 D.  MENYAJIKAN TEKS EKSPOSISI
       1. Langkah-Langkah Penyajian

Sebagaimana yang telah dipaparkan terdahulu bahwa teks eksposisi menyajikan sejumlah pendapat (argumen). Teks eksposisi bertujuan untuk orang lain. Di dalamnya tersaji pula fakta untuk lebih meyakinkan kebenaran tentang isi pendapat itu. Dalam sistematika penyajiannya, teks eksposisi diawali dengan penyajian tesis (isu, masalah, ataupun suatu pernyataan yang bersifat umum; kemudian diikuti rangkaian argumentasi atau pendapat beserta sejumlah fakta yang menguatkan; diakhiri dengan penegasan ulang.

         Langkah-langkah penyajiannya sebagai berikut.

§  Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.

§  Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih; melakukan

§  sejumlah pengamatan lapangan.

§   Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu, berdasarkan hasil-hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan.

Contoh:

1) Pentingnya penanganan sampah dalam menghadapi datangnya musim penghujan.

2) Kesemrawutan kehidupan di suatu kota.

3) Pola hidup masyarakat kota dalam membuang sampah.

4) Sikap-sikap pemerintah dalam penanganan sampah.

5) Akibat-akibat pada bencana lingkungan.

6) Solusi penanganan.

§  Menyusun kerangka karangan, struktur teks eksposisi. Topik-topik itu disusun secara sistematis dengan pola berikut.

§  Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi. Dalam tahap ini kamu harus menjadikan topik-topik itu menjadi argumen-argumen jelas dan logis. Di samping itu, kaidah-kaidah kebahasaan perlu diperhatikan.









   

TEKS PERSUASIF

  BAB VI TEKS PERSUASIF A.     Menemukan Ajakan dalam Teks Persuasif 1.      Pengertian Teks Persuasif Secara tidak langsung, teks t...